- Drum/jerigen
- Urine ternak/limbah cucian ikan/ cucian daging dll
- Kotoran sapi, kambing, unggas
- Tanaman legime (Lamtoro, rumput wedusan dll) dan tanaman pakis-pakisan
- Tetes tebu (molases)/gula pasir atau gula jawa
- Buah-buahan busuk : pepaya, pisang, nangka, semangka dll (buah yang manis)
- Bakteri pengurai (Bioaktivator) EM4, M bio, Simba dll
- Abu : abu dapur, abu sekam dan abu daun bambu
Cara Membuat
- Siapkan drum/jerigen bersihkan jika kotor
- Masukkan semua bahan, komposisi bahan sebaiknya cair 30% dan padat 30%
- Aduk-aduk lalu tutup rapat (karena proses ini menggunakan bakteri anaerob)
- Tiap 3 hari sekali dibuka dan diaduk-aduk
- Setelah 1 bulan pupuk organik cair siap digunakan (tanda-tanda yaitu tidak berbau busuk atau menyengat dan warna cairan dan bahan hitam kecoklatan
Cara penggunaan
- Saring larutan menggunakan kain
- Semprotkan ke tanaman dengan konsentrasi 1 gelas 200 ml/tangki semprot
- Ampasnya bisa dikeringkan dan digunakan sebagai pupuk organik padat

Tidak ada komentar:
Posting Komentar