Senin, 13 Februari 2012

MONOGRAFI KECAMATAN LAMURU KABUPATEN BONE




Kecamatan Lamuru  secara administratif terletak di Kabupaten Bone Sulawesi Selatan yang berjarak 62,5 & 64,5 Km dari Ibukota Kabupaten. 
Adapun batas-batas wilayahnya sebagai berikut :
·            Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Soppeng
·           Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Lappariaja
·           Sebelah Timur Berbatasan dengan Kecamatan Bengo
·           Sebelah Barat Berbatasan dengan Kecamatan Tellu Limpoe
          Luas Wilayah Kecamatan Lamuru adalah 208,00 Km2 yang terdiri dari 12 Desa. Keadaan Topografi wilayah binaan berbukit dengan ketinggian tempat 220 m.dpl.
1.             Penduduk
Kecamatan Lamuru memiliki jumlah penduduk 25.107 jiwa dan  6.535 rumah tangga. Dengan 11.893 Laki-laki dan 13.214 Perempuan.
Tabel 1. Data Kependudukan Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone.                                                      
1.        Tanah
Tanah merupakan lapisan kulit bumi paling atas.  Tanah terbentuk secara alami dari hasil pelapukan dan pengendapan batuan & bahan bahan organik.  Kelurahan Lalebata dan Desa Sengeng Palie memiliki jenis tanah alluvial dengan Ph 6,41  Jenis tanah alluvial/tanah endapan  merupakan tanah yag terbentuk dari lumpur sungai yang mengendap di dataran rendah yang memiliki sifat tanah yang subur dan cocok untuk lahan pertanian
Kecamatan Lamuru memiliki potensi yang terdiri atas lahan basah dan lahan kering.  Dimana lahan basah digunakan sebagai persawahan (sawah irigasi dan tadah hujan) sementara lahan kering digunakan sebagai tegalan, pekarangan, perkebunan, padang rumput dan hutan rakyat
Tabel 2. Keadaan Potensi  Lahan Kering   Kec. Lamuru Kab. Bone  
Tabel 3. Keadaan Potensi  Lahan Sawah Kec. Lamuru Kab. Bone  
Iklim yang ada di kecamatan lamuru  tergolong tipe iklim A1 (menurut Oldemen) dengan Curah hujan maksimum 3.120 mm per tahun dan curah hujan minimum adalah 867 mm per tahun.  Jumlah hari hujan yang terbanyak 260 hari per tahun dengan suhu maksimum 300C. Pada lokasi binaan bulan basah terjadi pada bulan january – maret, bulan lembab april sampai agustus dan bulan kering september sampai desember.
2. Potensi Agroekosistem

Tidak ada komentar:

Posting Komentar