Kedelai
merupakan tanaman multiguna, sehingga kedelai menjadi komoditas penting di
Indonesia. Produksi kedelai di Sulawesi
Selatan pada tahun 2009 sebesar 41.279 ton dengan luas areal tanam sekiatr
45000 ha dengan tingkat produktivitas 1,6 ton per ha.
Salah satu paket tekhnologi untuk
meningkatkan kesuburan tanah guna memperoleh hasil yang optimal pada tanaman
kedelai adalah tekhnologi BMF yang telah dikembangkan di jawa tengah dengan
rata-rata produksi 3 ton per ha.
Paket teknologi BMF menggunakan
varietas grobogan yang berumur pendek dan mengemas precursor hormone sitokinin
dalam bentuk pupuk organic BMF biolemi dan BMF Biofert.
Berdasarkan hal tersebut maka
penulis membuat penelitian yang menggunakan RPPT dengan petak utama :penggunaan
teknologi BMF dengan perlakuan (b0
= bio fert plus (6 L ha-) dan b1 (bio fert plus (6 L ha-)dan
BMF Biolemi (6 L ha-)), anak petak adalah varietas 3 perlakuan
(varietas grobogan, raja basa dan argopuro) dan anak-anak petak adalah
penggunaan macam bahan organic (tanpa bahan organic padat, pupuk kandang sapi
(5 ton ha-1) dan kompos jerami (5 ton ha-1)
Dari hasil penelitian yang telah
dilakukan di Desa Turucinnae Kecamatan Lamuru yang dilakukan oleh penulis maka
diperoleh hasil bahwa ternyata varietas raja basa memberikan hasil yang terbaik
pada tinggi tanaman 60 HST (62,710 cm), jumlah polong berisi (47, 15 buah),
bobot biji per tanaman (9,41 g) dan berat bij per hektar (1,66 ton per ha) dan
interaksi BMF biolemi dan varietas grobogan tanpa menggunakan bahan organic
pada menghasilkan laju tumbuh relative tertinggi pada umur 60 – 75 HST
(0,04787).



Tidak ada komentar:
Posting Komentar