Terdapat 3 zona utama dalam penggunaan lahan yaitu : hutan alam (natural forest), pertanian intensif (Intensive agriculture) dan multi landscape (agroforestry), dimana agroforestry sebagai zona peralihan antara natural forest dan intensive agriculture.
Menurut pemikirannya LHIDOT prediksi penggunaan lahan 20 tahun ke depan menggambarkan bahwa pertanian intensive akan semakin berkurang hal ini disebabkan karena terjadinya peningkatan populasi manusia yang dikuti oleh peningkatan kebutuhan dalam hal ini peningkatan kebutuhan perumahan, kegiatan pertambangan, pembangunan industri, pembangunan pembangkit listrik tenaga air, pembangunan jalan dal lain sebagainya. Penurunan luas lahan pertanian intensive ini akan terjadi jika pemerintah sebagai stake holder penentu kebijakan tidak membuat kebikajan khusus dalam hal alif fungsi lahan lahan subur yang digunakan sebagai lahan pertanian intensive
Lahan pertanian intensive akan berkurang dalam hal jumlahnya namun dari segi produksi kemungkinan 20 tahun akan meningkat hal ini disebabkan oleh tuntutan kebutuhan pangan yang semakin meningkat, sehingga lahan pertanian intensive yang semakin menyempit akan di olah sedemikian rupa agar memperoleh hasil yang maksimal. Kemungkinan besar 20 tahun yang akan datang akan banyak tekhnologi budidaya yang dikembangkan sehingga lahan yang semakin sempit akan tetap memperoleh hasil yang maksimal namun tetap berkelanjutan sesuai konsep yang gaungkan pemerintah saat ini yaitu konsep pembangunan yang berkelanjutan.
Dan dengan menurunnya lahan pertanian bisa saja di beberapa tempat akan muncul teknik pertanian dengan cara vertikal dengan menggunakan semacam gedung-gedung layaknya gedung bertingkat.
Penggunaan lahan untuk agroforestry saya gambarkan akan meluas 20 tahun ke depan karena dalam hal ini saya kaitkan dengan kebutuhan manusia akan pangan dan penghasilan yang layak semakin meningkat. Sehingga agroforestry merupakan salah satu solusi karena pada konsep agroforestry dilakukan perpaduan perpaduan tanaman semusim, ternak, ikan dan tanaman kehutanan. Dan konsep agroforestry akan berkembang karena konsep ini juga merupakan solusi dalam mengatasi permasalahan keterbatasan sumber daya lahan utntuk kegiatan pertanian.
Meningkatnya luas lahan agroforestry juga disebabkan karena adanya dukungan dari pemerintah yang menganggap bahwa agroforestry merupakan salah satu solusi bagi permasalahan sumber daya lahan serta juga dapat mengatasi masalah erosi dan mengurangi pengaruh dari pemanasan global. Sehingga pada akhirnya para peneliti dibidang pertanian juga kemungkinan akan mengembangkan tehnologi – teknologi dibidang pertanian yang bisa diterapkan pada kegiatan agroforestry sehinggan diperoleh produksi yang optimal. Misalnya kemungkinan besar akan ditemukan varietas varietas tanaman padi dan jagung yang toleran terhadap naungan sehingga padi dan jagung dapat dibudidayakan diantara tanaman pepohonan dengan hasil yang optimal.
Peningkatan luas areal agroforestry akan berimbas pada perambahan natural forest sehinggan luas penggunaan lahan natural forest akan berkurang. Berkurangnya natural forest disebabkan karena kebutuhan akan kayu dan lahan semakin meningkat. Sehingga masyarakat – masyarakat di daerah sekitar kawasan natural forest akan merubah sedikit demi sedikit kawasan hutan tersebut menjadi kawasan agroforestri, karena kebutuhan mereka tidak seimbang dengan ketersediaan lahan. Selain itu pembagunan jalan pada areal agroforestry akan mempermudah akses masyarakat untuk memasuki kawasan natural forest sehingga memudahkan mereka untuk menjadikan natural forest menjadi kawasan agroforestry.
\\
Tidak ada komentar:
Posting Komentar